http://malaysfreecommunities.webs.com/allah%20muhammad.JPG

Senin, 31 Desember 2012

Qiyamul lail

Perintah bangun malam terdapat dua bentuk dalam Al Qur’an; perintah khusus dan perintah umum. Perintah khusus terdapat pada ayat:
 
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (الاسراء:79)
 
Artinya: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajud-lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (Al Isra:79)
 
Perintah umum antara lain terdapat pada ayat:
 
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآَيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (15) تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (السجدة:16)
 
Artinya: “Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya dan lagi pula mereka tidaklah sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan”. (As Sajadah: 15-16)
 
Sebagaimana terlihat pada ayat khusus, perintah Tahajjud menggunakan kalimat “perintah tegas” yang berkekuatan wajib, sedangkan pada ayat umum digunakan kalimat “perintah ringan” berupa pujian bagi pelakunya, yang berkekuatan Sunnah. Hal ini memiliki 2 isyarat. Pertama bahwa amaliyah tersebut sangat berat. Kedua, amaliah tersebut sangat istimewa. Bagi yang mampu melakukannya, memiliki jarak yang dekat dengan si pemilik perintah khusus.
 
 
AMALIAH QIYAMULLAIL
 
Ibadah malam disebut Qiyamullail (Qiyamu Ramadhan jika pada bulan Ramadhan), Tahajjud (Bangun tidur), Witir (Ganjil). Ada 3 (tiga) amaliah yang baik dilakukan di malam hari; shalat, membaca Al Qur’an & dzikir dan do’a.
 
Tidak ada batasan jumlah raka’at untuk Qiyamullail, semakin banyak semakin baik selama dapat memelihara kualitas. Rasulullah SAW biasanya melakukan sebanyak 11 Raka’at dengan membaca   lebih kurang 50 ayat Al Qur’an setiap raka’at. Adapun di bulan Ramadhan terdapat perbedaan pendapat Ulama; apakah seperti itu pula yang dilakukan Rasulullah SAW ataukah ada tambahannya mengingat Ramadhan adalah “Bulan Panen Pahala”. Namun praktek yang dilakukan para sahabat yang mengerjakan Tarawih sebanyak 23 Raka’at  selepas shalat Isya -dan masih berjalan hingga hari ini di seluruh dunia termasuk Masjid dua kota Suci Mekah dan Madinah- mengindikasikan adanya tambahan beliau dalam Qiyamullail. Wallahu A’lam.
 
Ayat-ayat Al Qur’an yang dibaca sebaiknya yang dapat menumbuhkan semangat beribadah malam atau yang memerkuat keyakinan akan ke-Maha Besar-an Allah. Rasulullah SAW biasanya membaca ayat-ayat Surat Ali Imran mulai dari ayat 190 hingga akhir Surat.
 
Terdapat beberapa dzikir yang baik dibaca setelah Shalat malam. Yang paling baik adalah sebagaimana dikemukakan Al Qur’an:
 
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ  . الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آَمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ  . الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ (ال عمران:15- 17)
 
Artinya: “Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya. (yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah beriman, Maka ampunilah segala dosa Kami dan peliharalah Kami dari siksa neraka,"  (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur”. (Ali Imran: 15-17)
 
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ  . آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ  . كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ  . وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (الذاريات:15-18)
 
 Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. dan selalu memohon ampunan pada waktu sahur”. (Adz Dzariyat: 15-18)
 
 
KEUTAMAAN QIYAMULLAIL
 
1.  Qiyamullail merupakan amaliah para Nabi dan orang-orang mulia. Mengerjakannya berarti menghampiri kedudukan mereka.
2.       Qiyamullail membuat do’a mudah diijabah. Allah berfirman:
 
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا (المزمل:6)
 
Artinya: “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (Al Muzzammil: 6)
 
3.       Pelakunya akan terangkat derajatnya, sebagaimana janji kepada Rasulullah SAW;
 
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (الاسراء:79)
Artinya; “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajud-lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (Al Isra: 79)
 
Meskipun yang dituju oleh Khitab ayat ini adalah Rasulullah SAW akan tetapi menggambarkan bahwa tahajjud memiliki keutamaan mengangkat derajat yang mengerjakannya.
 
4.       Pelakunya masuk surga
 
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ  . آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ . كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (الذاريات:15-18)
 
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. (Adz Dzariyat: 15-18)
 
Wallahu A’lam
 
H. Syarif Rahmat RA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar